Karhutla Mengancam Wilayah Migas, Pemkab Kukar Beri Atensi Khusus
Petugas
Disdamkarmatan Kukar saat melakukan pemadaman Karhutla. (Doc. Disdamkarmatan
Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar wilayah aktivitas minyak dan gas (Migas) menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ancaman kebakaran di kawasan tersebut dinilai memiliki risiko lebih besar karena terdapat fasilitas vital seperti kilang dan jaringan pipa minyak.
Sekretaris Daerah
(Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan, penanganan karhutla di wilayah yang
memiliki aktivitas migas mendapat perhatian tersendiri.
Kondisi tersebut
membuat upaya pemadaman perlu dilakukan bersama dengan perusahaan yang memiliki
fasilitas dan kegiatan operasional di kawasan tersebut.
“Ada atensi khusus
karena kan ada kilang minyak, pipa-pipa minyak,” ujarnya saat ditemui pada Rabu
(26/8/2026).
Dukungan pemadaman,
lanjutnya, juga datang dari perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di
Kukar.
SKK Migas bersama
perusahaan di bawahnya seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga
Sanga, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, dan Pertamina EP Sangasanga Field turut
mengambil bagian dalam penanganan kebakaran.
Keterlibatan
perusahaan tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga agar kebakaran tidak
berdampak terhadap aktivitas operasional migas.
Sebab, keberadaan api
di sekitar kawasan operasi dapat menimbulkan risiko terhadap kegiatan yang
sedang berjalan.
“Mereka juga memiliki
kepentingan untuk memastikan bahwa bencana itu tidak sampai merugikan kegiatan
atau aktivitas migas,” tuturnya.
Di tengah upaya
pemadaman, ia menilai pencegahan tetap menjadi langkah utama.
Ia mengingatkan
masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun mengelola lahan.
Menurutnya, kesadaran
masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan potensi karhutla.
“Kalau kita peduli
dengan lingkungan kita, peduli dengan daerah kita, peduli dengan anak-anak
kita, tolong jangan membakar hutan kita, jangan membakar lahan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua
DPRD Kukar, Ahmad Yani mendorong dunia usaha untuk mengambil peran lebih aktif
dalam menghadapi karhutla.
Menurutnya,
perusahaan yang memiliki sumber daya dan berada dekat dengan lokasi kebakaran
dapat membantu mempercepat proses pemadaman.
Ia secara khusus
menyebut perusahaan sawit, perusahaan tambang, perusahaan migas dan dunia usaha
lainnya yang beroperasi di Kukar agar tidak tinggal diam ketika terjadi
kebakaran.
Dukungan tersebut
dinilai penting, terutama dari perusahaan yang memiliki kemampuan untuk
bergerak cepat menuju lokasi kebakaran.
“Kita harap kerja
sama yang baik untuk kita bisa memadamkan api dan bisa mencegah kebakaran yang
terjadi,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan
masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, hal-hal
sederhana seperti puntung rokok dan aktivitas memasak di kawasan hutan maupun
lahan juga harus diperhatikan agar tidak menjadi sumber api.
Menurutnya,
pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, dunia
usaha dan masyarakat harus saling menjaga agar api dapat segera ditangani dan
tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Harapan kami, tolong
kita saling menjaga, sama-sama supaya itu bisa kita selesaikan, bisa kita
padamkan apinya dan mencegah apinya tidak ada. Itu yang penting,” pungkasnya.
(Kriz)